“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

August 28th, 2008 by dodita

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Membeli kebahagiaan dengan “segepok uang”, cukupkah ????

Gaji Papa Berapa?

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di

Jakarta

, tiba di rumahnya
pada pukul 9 malam.

Tidak seperti biasanya, Sarah, putri pertamanya yang baru duduk di kelas tiga
SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur ?” sapa Andrew sambil mencium anaknya.

Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia
akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa
menuju ruang keluarga, Sarah menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau
tanya berapa sih gaji Papa ?”

“Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?”

“Ah, enggak. Pengen tahu aja” ucap Sarah singkat.

“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam dan
dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari kerja.Sabtu dan
Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji Papa dalam satu bulan
berapa, hayo ?”

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi.

Ketika Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
mengikutinya. “Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,-untuk 10 jam, berarti
satu jam Papa digaji Rp.. 40.000,- dong” katanya.

“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur” perintah Andrew.

Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian, Sarah
kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp. 5.000,- enggak ?”

“Sudah, nggak usah macam-macam
lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu.
Tidurlah”.

“Tapi Papa…”

Kesabaran Andrew pun habis. “Papa bilang tidur !” hardiknya mengejutkan Sarah.

Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah di kamar
tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur.

Sarah didapati sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di
tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew
berkata, “Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta
uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa. Jangankan
Rp.5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih” jawab Andrew

“Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalau
sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini”.

“lya, iya, tapi buat apa ?” tanya Andrew lembut.

“Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga. Tiga puluh
menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat berharga. Jadi, aku
mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15.000,- tapi karena
Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,- maka setengah jam aku harus
ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku kurang Rp.5.000, makanya aku mau
pinjam dari Papa” kata Sarah polos

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu
erat-erat dengan perasaan haru sambil meneteskan air mata . Dia baru menyadari,
ternyata limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk
“membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah dunianya”

“GADIS KECIL DAN KOTAK EMAS”

December 12th, 2006 by dodita

“GADIS KECIL DAN KOTAK EMAS”

 

Di sebuah keluarga miskin, seorang ayah tampak kesal pada anak perempuannya
yang berusia tiga tahun. Anak perempuannya baru saja menghabiskan uang untuk
membeli kertas kado emas untuk membungkus sekotak kado.

Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah
ulang tahun pada sang ayah.

“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.

Sang ayah tak jadi marah. Namun ketika ia membuka kotak dan mendapatkan
isinya kosong, meledaklah kemarahannya.

“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus
memberi sebuah barang dalam kotak ini!”

Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia
berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke
dalam kotak itu.”

“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini
kosong?” bentak ayahnya.

“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke
dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.

Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu
memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.
Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado
itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami
kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman
dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.

Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta
tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini
selain cinta
.

Disadur dari: Ana Lucia, A Little Girl and The Golden Box

“duaritme”

November 24th, 2006 by dodita

Dua Ritme

 

Dua ritme labuh lalu

Menyinggahi sambil meludahi

Menertawai sambil menangisi

 

Dua ritme labuh lalu

Berebut suka tapi malu

Berbagi tempat satu tubuh

 

Dua ritme labuh lalu

Tantang aku!

 

Mama ( 15 Oktober )

November 24th, 2006 by dodita

Pict0012
Selamat
mengulang tahun, ibu.

Semoga
ibunda tetap menjadi
pagi dimana embun dan matahari
iringi semangat pembuka hari;
bagi hidup kami.

Semoga
ibunda tetap menjadi
guru; seperti gurat sungai
yang makin jelas itu,
sungai di sudut mata ibu…
yang selalu ajari ananda
tentang sabar, kasih dan syukur.

Sayang
dan cinta dari ananda
yang masih terus mencoba
membuat senyum di wajah ibu.

“SAHABAT”

November 17th, 2006 by dodita

Kehadiran seorang sahabat merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

My Lord

November 15th, 2006 by dodita

Allah"Setiap Hari
Pandanganku Tak Lepas Dari Beribu Ayat-ayat-Mu
Yang Termangu  didepan  hamba-hamba-Mu
Aku Tahu, Manusia pernah menyanggupi Amanah dari-Mu
Yang tak sanggup Diemban oleh Gunung -gunung dan Matahari-Mu
                          Tapi tak pernah kutahu
                          Tak semua Hamba-Mu menyadari itu…"

Sebuah Catatan Vertikal

November 15th, 2006 by dodita

Ada Dua waktu yang mampu mengingatkanku akan masa depan…
Pertama dan paling rutin, ketika aku menunaikan sujud lima waktu..
Sangat menyesal sekali, jika kulewati satu waktu diantara lima kali itu
Karena dikala itulah, aku mengingat semua yg kuperbuat hari demi hari…
Dan disaat itulah, timbul penyesalan dan juga keinginan untuk lebih baik.

Ampuni aku ya Allah, jika saat-saat sujudku
belum sepenuhnya kurasakan Engkau ada didepanku

Tunjuki aku ya Rabbi, sebuah ruang khusyuk menyapaMu

Waktu kedua yang selalu mengingatkan aku pada alur hidup
adalah ketika seseorang memberikan kemarahan bagiku

Seketika, aku ingat jati diriku,
aku luruskan rel-rel perjalanan yang akan kulalui

Maka, siapa saja yang pernah memberikan kemarahan kepadaku
kusampaikan dalam hantaran do’a kepada-Nya,
keselamatan dan kebaikan menyertainya

Terima kasih ya Malik.
yang berkuasa atas seluruh jagat raya
kuasa Mu menjadikanku sperti ini
kuasaMu membuatku ingin dekat selalu denganMu

Tentang hari esok
Aku selalu Yakin
ada jalan untuk itu
Dia sudah mengatur Nya

Tapi tidak membuatku berserah
atas apa yang kini ada
setumpuk cita yang kupajang di langit-langit sana
kuyakin Dia mempertemukannya

Orang tua, ayah dan ibuku
siapapun dirimu adalah setengah bagian hidupku
tanpamu, tak ada yang mengejarku
berlari memburu waktu

Ya Rabb
ingatkan aku di dua waktu itu
ingatkan aku melalui KuasaMu
bantu aku temukan HidayahMu
disatu ruang sujudkuSujud3

November 15th, 2006 by dodita

Gue_ma_ayedAku ama Ayed… di Rumbai ketika mengunjungi nenekku yang kedua……

FLU Burung

November 10th, 2006 by dodita

JANGAN sampai ada korban